perbedaan desa dan kelurahan

6 Perbedaan Desa dan Kelurahan

Kali ini Website Desa menulis artikel tentang Perbedaan Desa dan Kelurahan sebagai tambahan wawasan saja.

Desa merupakan susunan pemerintahan terkecil dan terendah yang berkaitan langsung dengan warga negara. Desa adalah institusi dan identitas masyarakat hukum tertua yang bersifat asli. Keaslian desa terletak pada kewenangan otonomi dan tata pemerintahannya, yang diatur dan dikelola berdasarkan atas hak asal-usul dan adat istiadat setempat. Desa dalam sistem pemerintahan daerah merupakan ujung tombak suksesnya otonomi daerah karena di dalam sistem pemerintahan desa terdapat suatu hak dan kewajiban desa untuk menjalankan roda pemerintahan supaya menimbulkan suatu kesejahteraan untuk masyarakatnya.

Kelurahan adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan. Kelurahan merupakan wilayah kerja lurah sebagai perangkat daerah kabupaten atau kota. Kelurahan dipimpin oleh seorang lurah yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil. Kelurahan merupakan unit pemerintahan terkecil setingkat dengan desa. Berbeda dengan desa, kelurahan memiliki hak mengatur wilayahnya lebih terbatas. Dalam perkembangannya, sebuah desa dapat diubah statusnya menjadi kelurahan, atau sebaliknya.

Dari kedua pengertian tersebut, tentu sudah akan tergambar apa saja perbedaan antara desa dan kelurahan. Secara singkat perbedaan keduanya dapat dilihat pada tabel berikut ini.

PerbedaanDesaKelurahan
PemimpinKepala Desa / PerbekelLurah
Status PemimpinNon-PNSPNS
Pengangkatan PemimpinPilkades / PilkelDitunjuk Bupati / Walikota
Masa JabatanMaks. 3 Periode (@6 Tahun)Tidak Terbatas hingga Pensiun
Sumber DanaAPBNAPBD
Badan PerwakilanBPDDK

Pemimpin

Desa dipimpin oleh kepala desa. Kepala desa umumnya dipilih oleh anggota masyarakat yang mendiami desa tertentu melalui sistem musyawarah mufakat. Kepala desa umumnya bisa diganti sewaktu-waktu atau dalam periode waktu tertentu, ketika sang kepala desa yang bersangkutan tidak bisa memenuhi aspirasi warganya. Sedangkan Kelurahan  umumnya dipimpin oleh seorang lurah yang secara administratif diangkat oleh Bupati/ Walikota. Status dari seorang Lurah umumnya mengikat dan termasuk anggota PNS

Masa jabatan

Adanya perbedaan antara sistem pengangkatan lurah dan kepala desa, menjadikan ada perbedaan lain yang bisa dilihat terkait masa jabatan. Masa jabatan lurah umumnya lebih lama dibandingkan seorang kepala desa. Kepala desa bisa dipilih dua kali berturut-turut oleh masyarakatnya dengan masa jabatan 5 tahun per periode. Namun demikian, proses tersebut hanya akan terjadi jika sang kepala desa bersangkutan benar-benar profesional dan mampu memfasilitasi semua warganya dalam penyelesaian berbagai masalah. Lain halnya dengan lurah yang lama jabatannya disesuaikan dengan aturan pensiun seorang PNS.

Dewan Pertimbangan

Untuk keperluan resmi ada badan pertimbangan khusus yang sengaja dibentuk untuk mengatasi permasalahan di kelurahan dengan nama Dewan Kelurahan. Sebuah desa juga memiliki dewan yang digunakan untuk menampung aspirasi warganya disebut Badan Perwakilan Desa (BPD)

Syarat pembentukan

Perbedaan antara kelurahan dan desa juga dapat terlihat dari syarat pembentukan wilayah secara administratif. Untuk membentuk sebuah kelurahan ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi dan jelas berbeda dengan persyaratan terbentuknya sebuah desa, seperti:

  1. Luas area

Sebuah tempat bisa disebut sebagai kelurahan ketika luas wilayah yang dimilikinya lebih dari 3-4km2. Karena umumnya luas area tersebut akan berhubungan dengan fasilitas yang diberikan. Berbeda dengan desa yang umumnya hanya memiliki luas area kurang dari 3km2.

  1. Jumlah penduduk

Sebuah tempat yang disebut kelurahan ketika jumlah penduduk yang ditangani lebih dari 200KK. Lain hanya dengan desa yang umumnya hanya menangani sekitar 100 KK saja.

  1. Fasilitas

Jika dilihat dari segi fasilitas, kelurahan memiliki fasilitas yang jauh lebih banyak daripada desa, mulai dari kantor pemerintahan untuk melayani berbagai urusan administratif masyarakat, jalan  atau jalur perhubungan yang lebih lancar, puskesmas yang digunakan untuk pelayanan kesehatan, maupun fasilitas lainnya. Berbeda dengan desa yang umumnya hanya memiliki fasilitas terbatas untuk melayani warganya.

Pola persebaran

Ada satu hal yang menandai perbedaan desa dan kelurahan yaitu pola persebaran areanya. Sebuah desa umumnya memiliki pola persebaran, seperti:

Jadi itulah beberapa perbedaan desa dan kelurahan ditinjau dari berbagai aspek mendasar. Semoga dengan adanya artikel ini, kita semua tak lagi bingung dalam membedakan apa itu desa dan apa itu kelurahan. Semoga bermanfaat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *